::: Langganan Email :::
::: Kategori :::
:: Lokasi Mancing :::
Amberjack (Fam. Carangidae), Predator Yang Bergerombol
Lesser Amberjack (seriola fasciata), memiliki proporsi mata yang lebih besar serta badan yang lebih tipis dibandingkan dengan Greater Amberjack. Berwarna hijau olive atau hitam kecoklatan dengan warna keperakan disisi bagian samping dan biasanya memiliki warna gelap kearah bagian atas. Lesser Amberjack dewas umumnya memilik bobot dibawah 5 kilogram. Banyak ditemukan pada kedalaman 50 hingga 130 meter, lebih dalam posisinya dari pada Greater Amberjack.
Karakteristik Amberjack
Amberjack merupakan ikan pemangsa (predator) yang memakan cumi-cumi, ikan dan bahkan satwa air berkulit atau bercangkang keras. Amberjack muda bisa ditangkap pada kedalaman air 7-8 meter dekat dengan benda- benda yang mengapung. Amberjack dan selutuh familia Jack hanya ditemui diseluruh lautberiklim tropis dan subtropis dengan temperatur 18-27 derajat celcius, dengan sebanyak 140 individual species yang telah di identifikasi hingga kini. Jenis ikan ini sering berkelana bersama rombongan besar serta merupakan salah satu jenis ikan penjelajah sembari mencari mangsanya. Amberjack memiliki kisaran ukuran mulai 25 cm dengan bobot sekitar 0,5 kg sampai memiliki panjang hingga 1,80 meter dengan bobot mencapai 45 kilogram.
Amberjack merupakan ikan pelagis (seriola dumerili) dan bentopelagis (seriola fasciata) yang banyak ditemukan diseluruh perairan laut Meksiko hingga kedalaman 140 meter. Menurut laporan, panjang maksimum yang diperoleh hingga 1,5 meter, namun umumnya banyak ditemukan dengan panjang 60 cm. Perlu diketahui, rekor dunia ikan amberjack yang pernah ditangkap tahun 2004 di Perairan Meksiko dengan bobot 47 kilogram.
Amberjack di mata mania mancing
Amberjack merupakan salah satu jenis ikan target bagi para mania mancing dikarenakan kekuatannya saat menyambar umpan serta fight melawan kekuatan piranti mancing. Lokasi favorit amberjack berada di kawasan pengeboran minyak (rig) dan juga kapal karam. Umpan artifisial (buatan) untuk memancing amberjack bisa menggunakan jenis umpan jig berukuran besar. Saat jigging dengan target amberjack, usahakan agar menjaga gerakan aksi jig dengan cepat, dikarenakan amberjack tidak suka menyambar umpan (buatan) yang bergerak pelan.
Jika ingin menangkap amberjack dengan menggunakan piranti ringan (light tackle) chum terlebih dahulu disekitar kapal/perahu, hal ini dilakukan agar senar tidak terulur banyak keluar dari spool. Metode terbaik untuk memancing dikawasan rig, adalah dengan menempatkan umpan berekor dengan pancing kemudian masukkan kedalam air.
Selamat mencoba, mudah-mudahan sukses fight strike dengan amberjack.
Dimana Tempat Yang Tepat Untuk Memancing ?
• Material diatas permukaan air
Dapat dikatakan sampah yang larut diatas permukaan air seperti batang atau ranting pohon juga sangat disukai ikan baik untuk sembunyi dan juga untuk mencari makan. Dengan adanya batang atau ranting pohon yang terapung dipermukaan ikan kecil akan lebih senang berkumpul dan pada akhirnya ikan besar berdatangan untuk memangsa ikan kecil.
• Material dibawah laut
Material disini berarti suatu benda yang terdapat didasar air seperti bangkai kapal tenggelam atau yang lainnya merupakan tempat yang disukai ikan. Namun ada sesuatu hal yang perlu diperhatikan untuk saat ini banyaknya pencari ikan ( nelayan ) dan lebih buruk lagi para pemancing dengan sengaja membuat material untuk ditenggelamkan ke dasar laut dalam hal pembuatan rumpon yang seharusnya dibuat dari material dengan waktu tertentu bisa rusak oleh alam tapi terkadang dibuat sebaik mungkin dan walaupun bisa hancur dalam waktu yang lama. Mungkin salah satu contoh adalam pembuatan rumah ikan dengan bahan ban-ban bekas ini dapat mengganggu kondisi ekosistem laut. Hendaknya dengan memancing kita lebih bisa mencintai laut bukan merusaknya.
• Burung
Burung adalah pemangsa utama ikan dan disaat burung banyak terbang diatas permukaan laut ini berarti bahwa banyak ikan berada di tempat tersebut.
• Gosong dan Pulau Kecil
Gosong adalah daratan yang muncul pada saat air laut surut dan biasanya ikan-ikan kecil berkumpul ditempat ini karena pada saat terjadinya pasang makanan ikan seperti plankton atau sejenisnya akan banyak dan pada saat surut akan tersapu gelombang sehinnga terapung dipermukaan air dengan banyaknya ikan kecil sehingga ikan-ikan besar biasanya lebih menyukai untuk mengitari gusung atau pulau kecil tersebut.
Sumber ide :• FAO Fisheries and Aquaculture Organization
FAO adalah organisasi dibawah naungan PBB yang bergerak dengan sumber daya kelautan
• Take Me Fishing Site
.
Selengkapnya...
Hikayat Rumpon Nelayan Mandar
Rumpon adalah alat bantu penangkapan ikan yang terdiri dari pelampung (bambu atau gabus), alat pemikat (daun kelapa yang dipasang di bawah pelampung), dan pemberat (batu). Rumpon yang mirip dengan rakit, dalam bahasa Mandar disebut roppo atau roppong atau dalam bahasa Bugis - Makassar disbeut rumpong.
Meski hanya sebagai alat bantu penangkapan, keberadaan rumpon amat penting. Bisa dikatakan, kebudayaan bahari Mandar tidak berkembang seperti saat ini bila tak ada rumpon. Hampir semua aktivitas kemaritiman nelayan Mandar berhubungan dengan rumpon, baik langsung maupun tidak langsung. Sandeq misalnya. Perahu ini didesain untuk beroperasi di laut dalam tempat rumpon berada. Sandeq dibuat ringkih tapi kuat agar lincah mengejar ikan di sekitar rumpon. Nelayan Mandar juga identik dengan nelayan spesialisasi ikan pelagis besar (tuna) yang lebih mudah ditangkap di sekitar rumpon. Bahkan nelayan yang beroperasi di pesisir pun menggunakan rumpon sebagai alat bantu penangkapan, yaitu menarik perhatian ikan.
Saat ini, sebagian besar pendapatan dari sektor perikanan di Sulawesi Barat berasal dari pemanfaatan rumpon, baik yang berada di Selat Makassar, Teluk Bone, Laut Banda, dan perairan selatan Bali dan Lombok.
Asal rumpon
Kawasan laut dalam di sepanjang Selat Makassar (perairan Tolitoli di utara hingga utara Pulau Kapoposang di selatan) dipenuhi rumpon yang dipasang nelayan yang bermukim di pesisir. Kampung nelayan di wilayah ini di antaranya terdapat di Kabupaten Mamuju Utara dan Mamuju, pesisir Teluk Mandar (Majene dan Polman), Ujung Lero (Pinrang), dan Pulau Kapoposang/Pandangang (Pangkep).
Schlais (1981) dalam sebuah publikasi badan PBB, FAO, menyebut bahwa teknologi rumpon diduga pertama kali dikembangkan oleh nelayan Mandar. Informasi ini mendorong saya untuk memahami lebih lanjut meski pencarian informasi relatif susah sebab referensi mendalam mengenai kebudayaan bahari Mandar, khususnya rumpon, belum banyak. Di antara yang sedikit itu, adalah tesis karya Baharuddin Lopa berjudul Hukum Laut, Pelayaran dan Perniagaan (Penerbit Alumni, Bandung, 1982).
Rujukan lebih lama ditulis Caron (1937), Gubernur Sulawesi pada zaman Belanda, yang menerjemahkan sebuah naskah lontara dari Soppengriaja. Ia menjelaskan bahwa rumpon adalah potongan-potongan bambu panjang yang ditanam di dasar laut dengan diikatkan daun-daun kelapa, yang berfungsi sebagai tempat persembunyian ikan. Nijhoff (1919) di dalam bukunya memberi penjelasan bahwa apa yang disebut rumpon adalah bedekken (menutupi) yang kemudian diartikan sebagai alat untuk menutupi sebatang pohon agar tidak dapat dipanjat; juga dapat diartikan sebagai menutupi suatu jalan agar tidak dapat dilalui orang (Kamus Mandar-Indonesia oleh Abdul Muthalib, 1977).
Dari dua pengertian tersebut, Lopa menyimpulkan bahwa rumpon dapat diartikan sebagai batas wilayah teritorial laut beberapa kerajaan di kawasan pesisir barat Pulau Sulawesi (atau pesisir utara Provinsi Sulawesi Barat sekarang ini), selain fungsi utamanya sebagai alat pengumpul ikan.
Lopa mengemukakan, awalnya rumpon adalah batas beberapa kerajaan di tanah Mandar yang terletak di laut. Alasan itu dapat dirujuk pada peristilahan roppo yang berarti “menutupi”. Kegiatan menutupi kulit suatu pohon produktif dengan bahan pelindung agar tidak dikuliti atau dimakan kambing disebut marroppo’i. Istilah juga berlaku jika memberi pagar atas suatu kebun.
Tips Mancing
Tips-Tips Memancing
Beberapa hal dalam memancing yang perlu kita pelajari dan sebisanya kita terapkan agar sewaktu dalam kegiatan memancing tersebut kita mendapatkan suatu kepuasan yang maksimal dari aktivitas memancing tersebut. Diantaranya adalah sebagai berikut :
1.Usahakan membawa beberapa ukuran mata kail dan umpan palsu
2.Jika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi misalnya tidak adanya sambaran ikan besar terhadap umpan ubahlah mata kail ke ukuran yang lebih kecil. Mendapatkan ikan kecil lebih baik dibanding pulang tanpa membawa ikan
3.Jika menggunakan lebih dari satu set pancing usahakan menggunakan umpan yang berbeda
4.Memancing bersama rekan pancing lainnya lebih baik daripada mancing sendiri,apabila rekan mu menggunakan teknik atau gaya memancing berbeda dan ia mendapatkan strike yang pertama janganlah malu untuk menerapkan teknik atau gaya memancing sepertinya. Ini biasanya gengsi dilakukan oleh angler lain
5.Usahakan mengetahui apa ikan targetmu, ini akan menghindarkanmu dari hal membuang waktu percuma
6.Apabila akan melakukan trip memancing biasakan mempersiapkan segala alat pancing dirumah
7.Selalu mempertajam pisau pengiris umpan mu, jangan sampai waktu ingin digunakan pisau tersebut tidak bekerja dengan baik
8.Mata kail berukuran kecil bisa mendapatkan ikan besar, mata kail besar belum tentu bisa mendapatkan ikan kecil
9.Saat terbaik memancing ialah saat naiknya air pasang/kalau disungai saat air surut (dangkal)
10.Sebelum melakukan trip memancing ketahuilah prakiraan cuaca,pasang surut air dan hal-hal lain yang berhubungan dengan alam
11.Jika kamu melihat kawanan burung dilaut yang sedang menyambar ikan-ikan kecil dipermukaan maka hentikanlah kapal dan lemparan umpanmu disekitar burung tersebut, karena biasanya dibawahnya ada ikan pelagis ataupun ikan tongkol yang juga sedang memangsa ikan-ikan kecil yang ada dipermukaan tersebut
12.Dua jam sebelum dan setelah mata hari terbenam dan dua jam sebelum dan setelah mata hari terbit adalah masa paling pruduktif untuk memancing
13.Apabila melakukan trip memancing beritahulah keluargamu bahwa kamu akan melakukan trip memancing dan selalu bawalah hp yang baterainya terisi penuh
14.Jika memacing disungai hendaklah jangan pergi sendiri karena kalau terjadi apa-apa dengan perahu atau anda tercebur ke sungai atau anda memancing didaerah yang masih alami dan banyak buaya ditakutkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan
15.Jika ombak tinggi dan angin laut kencang (biasanya saat musim tenggara) janganlah pergi memancing terlalu jauh ketengah laut
16.Cobala memancing dengan teknik popping apabila memancing di karang
17.Ada satu pendapat mengatakan bahwa 90% adalah ikan yang ada diarea pemancingan dan 10% nya adalah teknik pemancing tersebut
18.Jika kamu tidak mengenal spot pemancingan yang akan kamu datangi, carilah orang yang biasa memancing di spot tersebut dan mintalah nasehat ataupun pengetahuan tentang spot tersebut
19.Selau menyimpan ikan setelah kamu mendapatkannya, itu akan membuat kodisi ikan tetap terjaga
20.Ketahuilah pikiran ikan. Ikan mempunyai 3 pikiran, makan, berenang dan kawin.Maka kita harus mengetahui kapan mereka makan, bagaimana mereka berenang dan kapan mereka kawin
21.Lumba-lumba adalah sahabat, jika mereka sedang mengikuti kapal atau perahu kita hendaklah melemparkan ikan kecil ataupun udang pada mereka
Selengkapnya...
Beberapa Istilah Mancing
Hotspot = Tandes atau lokasi yang biasanya merupakan tempat berkumpulnya ikan, biasanya berbentuk karang menonjol di dasar laut.
Hook Up =Kail menancap di mulut ikan.
Kenur = Benang pancing, bisa berupa monofilamen (senar berserat tunggal) atau Braided (berserat banyak).
Konahead (merupakan sebuah merek produk umpan palsu) = Umpan tiruan menyerupai cumi-cumi, biasanya dipakai untuk memancing dengan cara menonda (trolling) untuk jenis ikan marlin atau layaran.
Leader = Kenur berkekuatan besar yang disambungkan ke kenur utama, gunanya agar lebih tahan terhadap gigi dan perlawanan ikan. Bahan yang dipakai bisa berbentuk kawat atau monofilamen.
Outrigger = Tiang penghela yang dipasang di sisi kapal, gunanya untuk merentangkan kenur agar tidak berimpitan.
Rapala (Merek sebuah produk umpan palsu ternama) = Sejenis merek umpan tiruan menyerupai ikan. Biasanya digunakan untuk umpan ikan tuna, tenggiri, atau kuwe. Memancing bisa dengan cara trolling, bisa juga dengan cara casting.
Reel = Ril, alat penggulung, bisa berbentuk spinning, spincast, baitcasting atau trolling.
Rigging = Rangkaian kail pada umpan.
Rod = Joran atau gagang pancing. Bahannya mulai dari yang tradisional seperti dari bambu sampai yang grafit.
Sailfish = ikan layaran.
Strike = Umpan disambar ikan.
Tackle = Peralatan mancing.
Tag = Label yang ditancapkan pada ikan berisi informasi nomor tag dan alamat lembaga resmi yang mengeluarkannya. Setiap nomor tag nantinya akan disertai informasi mengenai keterangan tentang spesies ikan, perkiraan panjang dan berat ikan, tanggal dan tempat ikan terpancing, nama dan alamat pemancing, serta nama kapal dan kaptennya. Informasi ini dikirim ke lembaga yang mengeluarkan tag tersebut. Program tag ini pertama kali dilaksanakan pada tahun 1963. Organisasi yang khusus mengelola informasi labeling ikan berparuh adalah The Billfish Foundation.
Tag & Release = Label lalu Lepas, ikan yang tertangkap hanya diberi label, lalu dilepaskan kembali. Istilah ini biasanya digunakan pada jenis-jenis ikan berparuh (billfish), walaupun tidak tertutup kemungkinan penggunaannya pada jenis ikan lain. Hal ini dilakukan untuk melindungi jenis-jenis ikan tertentu terhadap kemusnahan.
Trolling = Memancing dengan cara menarik umpan sambil kapal berjalan (menonda). Untuk di laut, ikan yang biasa dipancing dengan cara ini adalah marlin, layaran, tuna, tenggiri, kuwe, tongkol, dan ikan-ikan permukaan lainnya.
Wireman = Orang yang memegang tali pandu, bertugas menarik ikan yang sudah naik ke permukaan dan mendekatkan ke pinggir kapal.

